Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

ALOOOHA UJIAN DATANG!

Label:



Sebentar lagi Ujian Nasional akan datang menghampiri diri kita. Sudah siapkan anda untuk
menghadapinya ? Atau masih galaukah anda ketika hanya sekedar membayangkannya ? Galau, minder,
cemas, berkeringat, pilek, batuk, tertawa sendiri, berteriak - teriak, gagap etc. itu merupakan hal
yang wajar dan harus ada ketika detik - detik menjelang Ujian Nasional. Begitulah euforia dan
kenikmatan Ujian Nasional. Banyak dari pelajar tidak menyangka - nyangka akan kedatangan hal
semacam ini. Suatu hal yang datang tak tegur sapa pulang pun juga tanpa disadari. Berlalu dengan
begitu cepat, secepat pesawat F-16 yang sedang melesat di udara. Berdentum dengan sekian
kerasnya sekeras bom atom yang meledak di kota Hiroshima dan Nagasaki. Meneror sudut
kehidupan disetiap langkah kaki berjalan, dan menjadi mimpi buruk disepanjang malam yang
sepi.

Itulah Ujian Nasional. Setelah sekian lama membayangkan akan dirinya, akhirnya juga akan dipertemukan. Semula hanya berdiri menyaksikan kakak - kakak kelas dengan penuh semangat, tekat, dan sedikit berkeringat mengerjakan soal demi soal Ujian, membolak - balik lembar soal agar ketemu jawaban yang benar. Eeee . . . tak disangka - sangka Ujian Nasional sudah hampir datang. Dia datang dari kejahuan dan menyapa dengan penuh cinta berjuta rasa. Memanggil lembut dengan penuh untaian kata - kata beribu makna. Membuat diri semakin pilu dan galau ketika menyaksika nnya. 

"Apa kabar wahai sahabatku, apakah engkau menginginkan kesuksesan atau keterpurukkan ?
Jika engkau menginginkan kesuksesan maka kerjakanlah diriku ini dengan penuh rasa cinta dan
kesungguhan. Cicipilah diriku ini dengan penuh perasaan dan penghayatan. Ekspresikan segala
kemampuan yang ada pada hati dan fikiran yang engkau miliki. jangan hanya mengandalkan teman
yang kadang - kadang menyesatkan dan malah menghantarkan kejurang keterpurukkan. Jangan
lupa selau menyertai diriku dengan melantunkan do`a - do`akepada sang maha pencipta agar selalu
di beri kemudahan olehNya. Percayalah pada dirimu sendiri jika ingin benar - benar menjadisahabatku. 


Umpamakanlah diriku ini sebagai ladang pertanianmu yang kau jaga dan kau rawat
dengan penuh rasa cinta kesungguhan, maka nantinya aku juga akan memberikan hasil yang
terbaik kepadamu. Salam cinta dariku wahai sahabat."

Rifqi Aulia Akbar



| Tidak ada komentar

Nikmatnya Jadi Aktivis ROHIS

Label:

NIKMATNYA JADI AKTIVIS ROHIS


Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang telah banyak memberikan banyak kenikmatan kepada kita semua khususnya kepada saya sendiri, salah satunya kita masih bisa merasakan indahnya hidup di dunia ini dalam keadaan sehat maupun sedang sakit dan juga kita masih bisa merasakan indahnya ukhuwah islamiyah/persaudaraan diantara sesama muslim. Nikmat ukhuwah ini merupakan salah satu nikmat besar yang telah diberikan oleh Allah kepada kita semua, atau kita sering menyebutnya nikmat pertemanan. Karena dengan nikmat ukhuwah itulah bangsa kita dapat terus bertahan walaupun keadaannya sekarang yang sangat memprihatinkan. Karena dengan bersatu dalam suatu ikatan persaudaraan maka semua rintangan yang menjulang dan menghadang dapat disingkirkan. Seprti pepatah mengatakan seseorang itu diibaratkan sebuah lidi, jika lidi tersebut sendiri maka akan mudah dipatahkan dan sebaliknya apabila lidi itu dipersatukan maka kotoran mana sih yang tidak bisa dibersihkn. Maka dari situlah kita dapat menyadari bahwa begitu besarnya kekuatan dari ukhuwah/persaudaraan itu sendiri. Persaudaraan merupakan harga mutlak bagi seseorang yang mengaku dirinya sebagai umat muslim, karena Allah sendiri telah berfirman di dalam Al-Qur'an surah Al-Anfal : 63
 “Dan dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana” (QS Al – Anfal : 63)
Begitulah yang dinamakan ukhuwah yang sebenarnya, seperti yang sudah tertulis diatas bahwa ukhuwah itu tidak bisa dibeli oleh apapun walaupun dengan dunia seisinya. Wallahu'alam.

Begitu banyak pengalaman yang telah saya alamj dan saya dapatkan sendiri ketika saya berada didalam dunia keorganisasian, yaitu menjadi seorang aktivis. Aktivis=orang yang tidak pernah pesimis walau uang habis. Kemudian sudah banyak pula hal – hal yang berubah pada diri saya setelah saya menjadi seorang aktivis organisasi. Jika anda sudah membaca tentang pengalaman hidup saya yang sudah saya terbitkan tempo hari maka anda akan sedikit penasaran, sebenarnya kepribadian saya yang sebenarnya itu bagaimana sih? Atau tidak berminat sama sekali.ya sudahlah itu terserah anda. Jadi intinya pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mengulas tentang pengalaman hidup saya yang menjadi seorang aktivis. Karena banyak sekali kenikmatan yang sudah saya rasakan hingga sekarang diantaranya yaitu :

1.      Punya banyak temen
Memang betul ketika kita sudah terikat dengan suatu organisasi maka akan muncul tu yang namanya proses sosialisasi. Pada proses sosislisasi tersebut terjadilah suatu peristiwa yang disebut ta'aruf/perkenalan antar sesama, maka dari situlah kita bisa mendapatkan banyak kenalan dan banyak temen. Karena dalam bidang keorganisasian juga harus dituntut untuk bisa bekerjasama dengan baik antar sesame aktivis atau sesame teman, maka dari itulah mustahil jika suatu organisasi itu dapat berdiri dan sukses tanpa ada yang saling mengenal antar pengurusnya. Ada sedikit cerita ni dari saya ketika saya belum menjadi seorang aktivis, yaitu ketika sebelum mempunyai banyak temen, paling ya hanya temen satu meja saja kalau disekolahan atau kalau dirumah pun juga hanya tetangga sebelah yang mau menjadi teman saya. Tetapi ketika saya sudah masuk menjadi seorang aktivis saya tidak mengira ternyata masih banyak orang juga ya yang ingin mengenal saya. Sekarang temannya bukan hanya sekedar temen dikelas dan di satu sekolahan tetapi sudah sampai kesekolahan yang lain bahkan ada beberapa pejabat dan orang – orang penting lain yang sudah saya kenal dan mengenal saya. Nah itu salah satu nikmatnya menjadi seorang aktivis.

2.      Bisa sering keluar rumah
Nah untuk yang satu ini mungkin merupakan aktivitas yang paling gemari oleh para aktivis yang bener-bener aktiv karena disitulah keneradaan dari sebuah organisasi yang menuntut kerja dari anda untuk melakukan sesuatu. Semisalnya ketika akan mengadakan acara yang sangat besar kemudian membutuhkan dana yang besar pula kemudian nantinya juga akan mengundang pejabat tinggi misalnya, dan yang paling terpenting waktunya tinggal 2 pekan lagi, bayangkan betapa beratnya untuk mengadakan acara tersebut. Nha maka dari itulah dibutuhkannya keaktivan dan kerjasama antar sesama anggota demi kelancaran acara tersebut. Jangan sampai hanya malas-malasan dirumah tidak ikut rapat misalnya hanya karena tidak boleh keluar sama orang tua. Tetapi itulah yang sudah tidak terjadi dalam hidup saya, dulu pun sebelum saya menjadi aktivis ketika mau sekedak keluar rumah untuk membeli sesuatu saja tidak boleh. Tetapi sangat berbeda setelah menjadi aktivis, sekarang malah sering keluar rumah tentu saja untuk hal yang positif. Bahkan keluar malam pun sudah menjadi hal yang biasa kali ini dan tidak pulang kerumah pun juga sudah menjadi hal yang biasa dilakukan tentu saja untuk tuntutan organisasi. itulah faktanya jadi disitulah suatu kenikmatan akan muncul jadi lakukan saja sebelum berkomentar oke.

3.      Bisa dapet gratisan dari temen
       Inilah yang selalu saya tunggu-tunggu yaitu ketika sedang ada temen yang sedang mempunyai sesuatu maka nantinya juga akan menyiprat kepada kita. Contohnya jika ada temen yang sedang bawa laptop kemudian ada akses internetnya maka itu semua akan bisa kita peroleh/daprt kita pinjam jika kita mau berusaha merayunya. Kan lumayan tuh kalau semisalnya disekolah baru ada tugas untuk mencari artikel kita bisa gunakan kesempatan yang mnguntungkan itu. Sudah gratis dapet nilai lagi, enek banget deh pokoke. 

Nha itu baru sebagian kenikmatan yang saya peroleh langsung dari pengalaman saya ketika  menjadi seorang aktivis suatu organiasai. Sebenarnya masih banyak lagi kenikmatan-kenikmatan yang bisa diperoleh ketika saya menjadi aktivis. Tunggu coretan berikutnya ya. Syukron


Oleh: Rifqi Aulia Akbar
       SMA N 2 KLATEN
       moslemcorporation@gmail.com
| Tidak ada komentar

Ibu... Kasihmu Membahana!

Label:

     Ibu, kita semua pasti memiliki seorang Ibu,  baik yang masih dapat kita kecup tangannya ataupun yang sudah tiada. Ibu yang nan jauh di sana ataupun yang kita mintai izin setiap harinya.
Mari kita renungkan penjelasan dari manusia paling mulia:
Baginda Muhammad Saw.

     Abu Hurairah radhiyallahu`anhu , menuturkan:
Seorang laki-laki berkata,
“Wahai Rasul Allah, siapakah yang lebih berhak aku berbakti kepadanya dengan baik?”
Rasulullah berkata, “Ibumu.”
Dia berkata, “Lalu siapa lagi?”
“Ibumu,” kata Rasulullah.
Dia berkata, “Kemudian siapa?”
Rasulullah menjawab, “Ibumu.”
Dia berkata, “Lantas siapa lagi?”
Rasulullah Saw. menjawab, “Ayahmu”
(Hr. Bukhari dan Muslim).

     Ada pelajaran besar dari hadits ini. Seorang ibu memiliki keutamaan untuk kita taati dan kita limpahi kebajikan, tiga kali lebih besar daripada seorang bapak. Tidak ada yang lebih utama untuk kita penuhi panggilannya, kita dengar nasihatnya dan kita limpahi perbuatan baik di dunia ini kecuali ibu.

     Berbakti kepada  ibu termasuk amal yang utama setelah pilar penegaknya agama ini, yakni shalat.
     Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu`anhu, berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam, ‘Amal apa yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya.’ Aku berkata, ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab, ‘berbakti kepada ibu bapak.’”
(HR. Bukhari & Muslim).

     Allah subhanahu wa ta`ala berfirman:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
(QS. Al-Israa': 23-24)   

     Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk berbakti pada keduanya; Ibu, Bapak, dengan berbuat baik kepada mereka. Allah menggandengkan perintah berbuat baik pada kedua orang tua dengan perintah bertauhid. Hal ini menandakan betapa pentingnya berbuat baik pada keduanya. Karena tauhid adalah pokok utama agama ini yang terpenting. Sesuatu yang digandengkan dengan perintah bertauhid tentu adalah sesuatu yang penting.

     Syaikh Abdul muhsin Al-Qosim berkata, “Ibumu yang selama sembilan bulan mengandungmu dalam keadaan lemah, dan semakin bertambah kelemahannya, dengan kesakitan yang selalu dialaminya, semakin engkau tumbuh maka semakin terasa berat yang dirasakannya dan semakin lemah tubuhnya. Kemudian tatkala akan melahirkanmu ia mempertaruhkan nyawanya dengan sakit yang luar biasa, ia melihat kematian dihadapannya namun ia tetap tegar demi engkau. Tatkala engkau lahir dan berada di sisinya maka hilanglah semua rasa sakit itu, ia memandangmu dengan penuh kasih sayang, ia meletakkan segala harapannya kepadamu. Kemudian ia bersegera sibuk mengurusmu siang dan malam dengan sebaik-baiknya di pangkuannya, makananmu adalah susunya, rumahmu adalah pangkuannya, kendaraanmu adalah kedua tangannya. Ia rela untuk lapar demi mengenyangkanmu, ia rela untuk tidak tidur demi menidurkanmu, ia mendahulukan kesenanganmu di atas kesenangannya. Ia sangat sayang kepadamu, sangat mengasihimu.”

     ”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”(Al-Ahqaaf:15)

     ’Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua (Ibu, bapak) dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua.’
(HR At-Tirmidzi )

     Telah jelas bahwa seorang Ibu memiliki keutamaan luar biasa dan sangat besar jasanya kepada kita. Ialah yang mengandung sang anak di dalam perutnya, sehingga sang anakpun hidup dengan tergantung pada makanan dan kesehatan ibunya selama sembilan bulan lamanya. Dan ketika seorang ibu melahirkan, maka satu kakinya berada di dunia dan satu kaki lainya ada di surga. Pasrah, apakah ia akan dapat melihat sang anak, atau malah terlebih dulu meninggalkan sang buah hati menemui  Allah sang pencipta. Ialah Ibu, yang menjadi jalan lahirnya seorang anak: Yaitu kita.

     Begitu  banyak pengorbanan yang Ia lakukan untuk kita. Mulai dari kita kecil hingga sekarang. Ia mengasihi, memberikan kasih sayang tulus dan ikhlas kepada kita. Ia mengasuh, merawat kita hingga dewasa. Ia mengasah, membentuk  diri kita menjadi anak yang berguna  bagi agama, nusa dan bangsa.


Setiap kali kita bernafas, maka dalam setiap hembusan nafas itu ada kasih-sayang, kemuliaan dan keutamaan ibu yang mengaliri darah dan hidup kita. Tidaklah kita bisa berdiri dengan tegak, bernafas dengan baik dan memiliki jiwa yang kokoh, kecuali karena tulusnya cinta ibu kita. Kalaupun terkadang harus ada airmata yang jatuh saat mengasuh kita di waktu kecil, itu bukan karena ia tidak ikhlas mengasuh. Tidak. Tetapi airmata itu kadang jatuh justru untuk mempertahankan keikhlasan, agar penatnya berjaga di waktu malam tidak membuatnya merutuki kita dengan keluh kesah panjang. 


     Sesungguhnya, satu malam kasih-sayang seorang ibu kepada kita, tak akan pernah sanggup kita tebus dengan hadiah yang paling indah. Sebab, tidaklah mereka berjaga, kecuali dengan murninya kasih sayang, tulusnya cinta dan pada saat yang sama sentuhan jiwa untuk membangkitkan jiwa kita. Andaikata seorang bapak menyayangi anaknya dengan turut berjaga semalaman atau bahkan lebih dari itu, niscaya tak akan sanggup menyamai satu malam saja kasih-sayang seorang ibu yang dengan tulus mendidik kita.
Ia telah mengorbankan jiwa, raga, harta, waktu, dan lainnya demi kita. Maka, Sudah sepatutnya kita menempatkan mereka pada kedudukan yang mulia.



     Seberapa jauh kita harus berbuat baik kepadanya? Maka jawabnya adalah: Sejauh yang kita sanggup!

Oleh: Eri Muriyanto

| Tidak ada komentar

Manfaat Ilmiah Membaca Al-Qur'an


“Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”
(Q.S. 7: 204).
Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di antaranya, menyedikitkan makan, membiasakan melaksanakan ibadah salat malam, dan membaca Alquran sambil melihat kepada mushaf”. Selanjutnya ia berkata, “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Alqur’an”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang men dengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur’an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an.
Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Alquran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Sumber : cerita teladan
| Tidak ada komentar

Gue Anak Rohis, Kenape?

Label:
                Anak rohis dengan semangatnya untuk selalu optimis dan tidak imbas-imbis. Tak jarang  juga untuk bersikap optimis dan selalu berfikir logis saat menghadapi orang yang kritis. Berjuang untuk mensyiarkan ajaran Islam, yang merupakan rahmat bagi seluruh alam. Melawan segala bentuk aksi anarkhis dan menolak berbagi tuduhan tentang teroris. Anak Rohis, merupakan kunci utama dalam urusan dakwah sekolah. Yang mempunyai kiprah dalam sebuah amal Tarbiyah Islamiyah. Berjuang tanpa kenal lelah dalam menghadapi setiap masalah yang meredupkan sekolah. Merasa was-was atas suatu hal yang tidak tegas. Menjadikan dakwah sebagai kalimah utama untuk menjemput jannah.
                Begitulah sekelumit tentang kehidupan seorang aktivis, khususnya anak rohis. Banyak kisah dan catatan putih yang bisa di torehkan ketika merintis menjadi seorang aktivis. Dari mulai perjalan ruhiyahnya atau batin, kemudian disambung pula jasadiyahnya atau fisik yang selalu terdidik dengan baik. Serta mempunyai fikrah atau pola fikir yang tegas, matang serta terarah, bak sebuah mata pedang yang siap melibas musuh yang datang. Selalu menyempatkan diri untuk menuntut dan berbagi ilmu sesama anggota maupun sesama saudara. Berikrar suci untuk selalu memberikan yang terbaik untuk diri maupun sekolahannya.Itulah sebuah gambaran nyata mengenai identitas aktivis rohis.
                Problema tentang anak rohis dan beberapa perbedaan pandangan diantara orang-orang sudah menjadi sebuah hal yang wajar. Karena dengan itulah, makna dari sebuah perjuangan akan lebih terasa untuk dikenang. Tidak hanya itu saja, banyak perspektif negatif tentang berbagai aktivitas yang dilakukan anak-anak rohis itu sendiri. Ada yang beropini bahwa rohis itu sarangnya "teroris", rohis itu anaknya "culun-culun", rohis itu . . . pokoknya bukan kegiatan yang positiflah, cuma main-main lah, apalah. Ya biarkan saja mereka beropini seperti itu. Kita berhusnudzan saja, mungkin orang yang beropini tersebut dulunya belum pernah merasakan menjadi seoang aktivis khususnya rohis. Atau bahkan dulu disekolahan tidak ada rohisnya? atau yang lebih parah malah dulunya tidak pernah sekolah. Coba kita mereview ulang tentang sekelumit perjalanan kegiatan sekolah, khususnya kegitan Islamnya. Siapa yang memulai dan siapa yang menjalani?, tentu saja anak-anak rohis bukan. Kemudian kegiatan diluar sekolah yang masih ada sangkut pautnya dengan aktivitas islam, misalnya aksi solidaritas penggalangan dana, siapa coba yang mengadakan. Tentu saja anak rohis. Apakah semua ini cukup untuk membuktikan bahwa rohis itu tidak "culun".
Teroris? tentu tidak. Lihat dan ikuti sendiri kegiatannya kalau masih tidak percaya. Jangan sampai cepat-cepat mengatakan sebelum melakukan tindakan untuk memperoleh kebenaran. Ya memang sempat tersirat kabar bahwa ada penangkapan teroris dan teridentifikasi merupakan anggota rohis. Tapi kenapa saya tidak ikut ya, padahal saya juga anak rohis? Nha itulah yang jadi permasalahan, mungkin ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, kemudian menginfiltrasi memberikan suatu ideologi tentang "terorism" kepada anak-anak rohis dengan tampilan menarik dan asyik, seolah-olah menghilangkan kata-kata terorisme di materinya agar lebih mudah dicerna otak mereka. Beruntunglah bagi anak-anak yang sudah terbuka fikrahnya atau pola pikirnya ketika dihadapkan dengan ideologi semacam itu. Bisa segera untuk menyaring, mana yang selaras dengan akal sehat dan bisa dipertanggungjawabkan kedepannya.
                Aku anak rohis dan bukan teroris, walaupun kantungku tipis tetap saja bukan teroris. Biarpun kadang-kadang agak sedikit narsis tapi tetep bukan teroris. Pakaian gamis sampai betis, tapi masih tetep bukan teroris. jenggot klimis dan berkumis, tetep bro kami sekedar aktivis bukan teroris.

·         Penulis : RifqiAulia Akbar
                
| Tidak ada komentar
Sponsors : Best Themes | New WP Themes | Best Blogger Themes
Copyright © 2013. FARISKA - All Rights Reserved
Template Design by Shihara | Published by New Blog Themes
Powered by Blogger